Suatu siang di hari sabtu, aku sedang duduk santai di teras rumah sambil membaca sebuah koran harian yang biasa kubeli dari tukang asong yang sering lewat. Waktu itu rumah sepi, karena istri dan anak-anakku sedang menonton perlombaan dalam rangka 17 Agustusan. Sebenarnya aku pengen menikmatinya sambil merokok, tapi karena aku sudah berniat berhenti merokok, maka untuk menggantikannya lebih baik aku memilih kegiatan yang lebih bermanfaat daripada merokok yaitu membersihkan lubang saluran penghisap udara pemberian Tuhan ini.(ngupil: mode on)
Lagi asyik-asyiknya melakukan dua aktivitas penting itu, tiba-tiba dari jauh terdengar suara gaduh orang berlari sambil berteriak ",maliing... maliiing....bangsaaat...". Seketika aku berdiri dan melangkah ke jalan untuk melihat dari mana arah teriakan tersebut berasal. Setelah celingak-celinguk sebentar, kulihat seorang bapak setengah baya tengah berlari dikejar beberapa laki-laki muda yang meneriaki bapak yang ketakutan tersebut dengan teriakan maling.
Aku beranjak hendak membantu pengejaran tapi kuputuskan untuk mengurungkannya, sebab seperti ada sesuatu yang kurang beres di wajahku. Kebetulan ada sebuah mobil yang sedang terpakir didekatku. Kudekatkan wajah ke spion, astaga... rupanya sisa pembersihan tadi masih ada yang menempel di hidungku (hi hi hi..). Setelah terlihat ganteng lagi, dengan penasaran aku bergegas menuju ke arah pengejaran tadi.
Di ujung jalan ternyata maling tadi sempat terjatuh dan tertangkap oleh pemuda-pemuda tadi, kontan maling itu digebugi beramai-ramai. Namun tiba-tiba dari sebuah pintu rumah yang terbuka, keluar seorang yang berbadan tinggi besar, berkacamata dengan kepala sedikit botak berteriak dengan lantang, " Salam super..".(kenapa aku jadi eror begini ya?, apa karena orang itu mirip bapak-bapak yang ada di tv itu).
"Berhenti..!!", teriaknya. Ternyata bapak itu adalah ketua rw disitu. Anak-anak muda itupun menghentikan kebrutalannya. "Ada apa ini?", tanya pak rw. Seorang dari pemuda itu menjawab, "dia mencuri beras ditempat saya pak, untung keburu ketahuan".
"Iya... tapi jangan dipukuli seperti ini dong..! kan kasihan dia", pinta pak rw. "Ah, biar kapok dia, biar ga berani nyuri-nyuri lagi", jawab pemuda itu lantang. "Oke-oke gini aja, kita serahkan saja dia ke kantor polisi, biar polisi yang menangani, gimana?", tanya pak rw. Akhirnya mereka sepakat membawa maling itu ke kantor polisi.
Keesokan harinya ketika aku sedang sarapan, ada kabar ditemukan seorang bocah berusia tujuh tahunan meninggal di sebuah kolong jembatan layang. Dari pembicaraan yang beredar, kudengar anak tersebut sebelumnya sakit panas dan ternyata bapaknya adalah orang yang kemaren tertangkap mencuri beras di rw sebelah. "cleb", perasaanku seperti tertusuk pisau saat itu. Aku terdiam seperti orang bodoh yang tak bisa melakukan apapun.
Sangat miris kedengarannya, seorang bapak yang mungkin karena sudah tidak punya apa-apa lagi harus digebugi dan dimasukkan penjara karena mencuri sedikit beras untuk memberi makan anaknya yang sedang sakit. Dan sekarang malah kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang tertinggal itu.
Sementara disana banyak orang kaya yang berpendidikan yang sekarang menjadi pejabat atau anggota dewan yang terhormat tidak mampu mengemban amanah dengan baik, mereka hanya mengejar kekuasaan dan hanya memperkaya diri sendiri dan golongannya semata. Sama sekali tak pernah berpihak pada orang miskin yang lemah dan tak pernah mengenyam pendidikan karena kekurangan beruntungan mereka.
"Semoga Allah membukakan hati setiap manusia agar selalu berpihak pada orang miskin yang lemah dan tak berpendidikan karena kekurang beruntungan mereka..."
We Are The World ( http://www.youtube.com/watch?v=jzw6GiqZyD0)
oleh: Michael Jackson
There comes a time
When we heed a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it's time to lend a hand to life
The greatest gift of all
We can't go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of
God's great big family
And the truth, you know love is all we need
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let's start giving
There's a choice we're making
We're saving our own lives
It's true we'll make a better day
Just you and me
Send them your heart
So they'll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread
So we all must lend a helping hand
[Chorus]....
When you're down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There's no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one
Tidak ada komentar:
Posting Komentar