Minggu, 15 November 2009
39th beRlaLu, teRimA kAsih utK sEmuA
Kadang kegelisahan menggelayut di sela hariku.Akankah kami bisa bertahan?? aku, istriku, anak2ku.....
Kecelakaan 10th lalu itu hampir merenggut semua dariku.Tapi setelah kondisi sakitku yg terakhir, kutemukan cahaya pencerahan yg walau baru terlihat setitik bisa menjadi petunjuk untuk melangkah ke depan.Akan kucapai jalan terang itu.
Aku bersyukur mempunyai........... ibu & ibu mertua yg begitu mengasihiku,istri yg begitu mencintaiku, anak2 yg menjadi penyemangat hidupku, saudara & sahabat yg selalu mendukungku, teman2 yg begitu perhatian terhadapku.
Bisa bertahan sampai hari ini, kuucap syukur alhamdulillah atas rejeki dan kesempatan yg telah Engkau berikan.....
Ya Allah, hanya kepada Engkau aku berharap,
aku mohon disisa umurku ke depan, berikanlah aku kesempatan untuk membahagiakan ibu, istri dan anak-anakku. Ampuni dosa-dosaku & anugerahkan kesehatan kepadaku. Panjangkanlah umurku agar dapat membimbing anak2ku hingga dewasa, mandiri, menikah & mempunyai keturunan.
Bahagiakanlah sahabat-sahabatku & orang2 yg mengasihi kami.
Jadikanlah kami semua orang-orang yg taat kepadaMu ya Allah
Ashadu ala illahailallah waashadu anna Muhammad rassulullah, Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Amin amin ya Rabbal alamin
31 oktober 2009
aKU yG pERnAh....
Kenangan itu menyeruak seketika
Setelah hampir 20 th berlalu tanpa kabarmu
Kemaren aku baru tau tentangmu dari seorang teman
Sudah kira kira sepuluh tahun mas 'katanya, karena sakit
Terbayang ketika aku masih sering menunggumu
Pulang sekolah lewat depan rumah
Sedikit senyummu membuat aku bahagia
Meski aku belum banyak mengenalmu
Walau cuma sepenggal kisah itu
Tapi aku pernah merindukanmu
Pernah kau beri tempat di hatimu
Selamat jalan teman
Maaf aku tak mengantarmu ke tempat menunggu itu
Semoga engkau tenang di alam sana.
Bandung 2 okt 09
aKU yG pERnAh
Renungan, Syukur Alhamdulillah
Terimakasih atas doa dan dukungan dari temen2 al sma1 kra, tm89, sahabat serta keluargaku. Sekecil dan sepelan apapun doa & suport kalian merupakan dukungan buatku saat berdoa sendiri menghadap Allah SWT.
Ada sedikit cerita & sebuah puisi yang ingin saya berbagi. mungkin bermanfaat buat temen2 yang sedang mengalami kesedihan, sedang sakit atau mendapat musibah. begini ceritanya;
Dua minggu mengalami diare berat(12-15 kali sehari) sampai dehidrasi, aku hampir menyerah. sepertinya semua penyakit menderaku. Saat2 hampir habis tenaga & semangat ini, adikku yg di surabaya mengirim sebuah sms. Kalo dibaca saat2 keadaan normal mungkin biasa aja, tp dalam kondisi seperti waktu itu, aku membaca setiap kalimatnya sambil berlinang air mata tak bisa ditahan sedikitpun. Tapi setelah itu muncul asa lagi untuk mendapatkan kesembuhan & berobat ke rumah sakit, meskipun sebelumnya sudah 2 kali opname, & saat itu masih rawat jalan.
lima hari diopname masih belum ada perbaikan. tapi semangat masih ada, kucoba untuk lebih khusukkan shalat, perbanyak lagi doa. Alhamdulillah secara kebetulan aku merasakan kejadian aneh. terasa buang angin melalui penis, beberapa kali dlm sehari. Saat kuceritakan pertama kali dokter belum percaya, tp ketika hari berikutnya aku agak ngotot dokter baru mau konsulkan ke dokter bedah saluran cerna. Setelah di endoskopi ditemukan sayatan /lubang kecil di sal cerna. Kemudian dikonsul ke dr bedah urolgi, setelah diteropong hasilnya positif ada lubabg dari kantong kemih tembus ke saluran cerna. diputuskan untuk dilakukan operasi menutup lubang tsb. kendala saat itu hb + protein ku ga mencukupi/ tidak layak dilakukan op. Akhirnya selama 3 hari aku ditranfusi darah + injeksi albumin. Op dilakukan tgl 3 agustus alhamdulillah berjalan lancar. saat ini kondisi membaik.
sekali lagi terima kasih buat temen2, dibawah ini saya salinkan puisi yang mudah2an bermanfaat buat temen2.
aku minta pada Allah setangkai bunga segar,
Ia beri aku kaktus berduri
aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik
Ia beri aku ulat berbulu
aku sempat sedih, protes dan kecewa........
betapa tidak adilnya ini,
namun kemudian kaktus itu berbunga,
sangat indah sekali.......
dan ulat itupuntumbuh dan berubah menjadi kupu2 yang teramat cantik.
itulah jalan Allah, indah pada waktunya......!
Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,
tapi Ia memberi apa yang kita perlukan.
kadang kita sedih, kecewa, terluka,
tapi jauh diatas segalanya,
Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.
Allahu akbar, Allahu akbar Allahu akbar,
semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang pandai bersyukur
atas krunia Allah....!!!! amiiiin
Sutradara Politik
Maka dilakonkanlah cerita baru. Sang sutradara membuat rakyat seperti penonton yang cukup dibuat terpesona, sedih, senang, marah tanpa bisa berbuat banyak untuk ikut menyelesaikan cerita.
Akankah telenovela ini terus berlanjut nanti?
Tapi itu Bukan Kamu
Tapi dari sederet capres yang kemungkinan muncul saat ini kesemuanya tidak mampu membangkitkan semangatku untuk memilih. Sama, mereka semua sama saja dalam pandanganku. Dalam ingatanku semua presiden yang telah memimpin negeri ini belum ada yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme bangsa ini.Semakin kesini bangsa ini makin dilecehkan oleh bangsa lain bahkan tetangga sendiri.
Manusia-manusia didalamnya semakin egois, mereka sering pelesir, belanja, atau berobat ke luar negri hanya untuk gengsi tidak peduli bahwa saudara sebangsanya telah dianiaya dan dilecehkan di negeri itu. Bahkan kekayaan kita telah dicuri dan disimpan di negara mereka, bukan cuma uang tapi juga budaya yang diaku sebagai budaya mereka, pulau kitapun diambil dan kita tak bisa berbuat apa-apa.
Ini tentu tak lepas dari sikap dan tauladan para pemimpin kita yang haus kekuasaan,memperkaya diri & sekutunya, yang hanya memberikan kesenangan sesaat pada rakyat, memberikan janji-janji & harapan kosong, tak bisa menjadi pemimpin yang mampu melindungi bangsa ini.
Kita rindu pemimpin yang baik, kita rindu pemimpin yang cerdas, kita rindu pemimpin yang bisa melindungi dan mensejahterakan bangsa ini, tidak menghamburkan uang demi melanggengkan kekuasaan, kita rindu pemimpin yang berani,yang bisa membuat bangsa ini disegani.
Adakah orang itu saat ini?
TeRasA SaAt Dia PerGi
Ba'da shalat subuh saat mata belum mau terpejam juga, mataku menyisir kamarku yg hanya 3 kali 3 meter itu. Di depan pandanganku ada gantungan baju berupa dua tiang dan palang dari alumunium, di sebelahnya container plastik tempat baju Laras. Ada yang berbeda saat aku memandangi bagian situ. Di gantungan hanya ada handuk kecilku, sedang di atas kontainer kelihatan kosong, semua begitu rapi. Sejenak terasa sepi,ada yang kurang di dalam hati. Tidak terlihat botol-botol pembersih muka, handnbody lotion dan alat-alat kecantikan istriku yang berantakan, atau tumpukan handuk dan baju yang semrawut yang selama ini sering membuatku mengomel sama istriku dengan sedikit emosi.
Namun saat ini aku merasa lebih nyaman dengan keadaan seperti biasanya.Terasa ada kehangatan dengan sedikit keberantakan, karena terasa ada jejak-jejak sentuhan istriku di dalamnya. Baru terpikir olehku sekarang, aku telah termakan oleh rasa sebelku selama ini saat istriku ngga ada. ha ha ha...
Mulai sekarang boleh sebel tapi tanpa emosi...karena seperti Pasha Ungu bilang dalam lagu Dilema Cinta ;
reff : Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku jauh darimu
SuYonO BodoNg , hAA Haa hAAAA.... LucU.....
Ketika SD, kami pindah gedung sekolah dari SD 4 Karanganyar ke daerah Kadipiro, kira kira 3 km sebelah timur pusat kota. Sejak itu kami ke sekolah selalu naik sepeda goees. Suatu hari sepeda kecilku ban nya kempes & aku belum sempat membawanya ke tukang tambal ban.Jadilah hari itu aku nebeng ke temenku Suyono Bodong yang menggunakan sepeda Kebo laki-laki. Kami sering pulang lewat jalur selatan dengan menyeberang dam Tegalgedhe. Begitu juga siang itu, Setelah melewati pertigaan jembatan Gantung belakang SMPN 2, kami terbiasa mengayuh sepeda lebih cepat dan kemudian melepaskan pegangan tangan kami dari stang. Aku yang waktu itu membonceng di belakang menyemangati Suyono dengan teriakan panjang cihuyyyyyy.... sambil mengikuti gerakan kedua tangannya yang menengadah lurus ke atas.
Tapi keceriaan Suyono siang itu rupanya berlebihan. Sebab ketika di depan sebelah kirinya ada 2 ekor sapi yang sedang berjalan pelan, dia iseng menepuk bagian pangkal ekor salah satu sapi tersebut. Celakanya sapi tersebut tiba-tiba mengangkat ekornya ke atas dan mengeluarkan kotoran dari lubangnya. Tak dapat di rem lagi tangan itu dan .........pRooooT. Telapak tangan kiri Suyono penuh dengan kotoran sapi tersebut. Meledaklah ketawa kami, (aku dan penggembala sapi) hwa ha ha ha ha.......,
Aku terpaksa turun dari boncengan karena takut Suyono iseng mengoleskannya ke aku. Di dekat rumah kakak kelas kami, selatan jembatan Siwaluh, Suyono turun mencuci tangannya di kali kecil di kiri jalan. Aku menunggunya diatas sambil tak habis-habisnya ketawa. Sambil terus mengumpat menahan malu dia naik dari kali menuju ke sepedanya dan meninggalkan aku begitu saja.
Huuuft kenangan lucu yang masih ku ingat sampai sekarang....
Sabtu, 14 November 2009
Sabtu, 31 Oktober 2009
bEgoG
Pagi itu sekitar pukul 8 , aku sedang menyapu lantai tokoku. Kebetulan saat itu liburan kuliah semester satu dan aku kebagian menggantikan tugas kakakku menjaga kios foto copy milik kami. Saat hendak memasukkan sampah debu ke dalam pengki, tiba-tiba seseorang mendekatiku. Aku tatap sejenak sosok tubuh itu. Di dahinya mengucur keringat mengalir hingga leher, wajahnya terlihat pucat pias, bibirnya bergetar keras seperti menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Dia menegurku lemah "mas Min ?! " . "Eh Gog ono opo? " kujawab dengan nada khawatir. Bibir nya makin bergetar dan terlihat kebingungan dari matanya. "Aku luwe, durung mangan..." katanya pelan. Langsung terlintas dalam benakku, aku pernah menahan lapar hingga terasa tubuhku sangat lemas, tapi ini sepertinya lebih hebat dari yang pernah kurasakan.
"Sedelo Gog " ku jawab sambil terus membalikkan badan dan berjalan menuju meja berlaci di dalam kios. Kulihat di dalam laci penuh logam limapuluh rupiah dan seratus rupiah, dan hanya beberapa puluh lembar uang ribuan sisa omset kemaren yang sudah diambil untuk belanja dan keperluan sehari-hari. Ku ambil tiga lembar uang ribuan dan bergegas menghampiri Begog yang sedang berjongkok di depan pintu kiosku. Sepertinya kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya. "iki Gog, nggonen mangan." sambil kuulurkan tanganku yang memegang uang ke arahnya. "Matur nuwun yo mas" kata dia sambil memegangi tanganku, basah telapak tangannya menempel di lenganku. "Podo-podo, wis ndang mangan sik". Dia membalikkan badannya hendak pergi, tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu. "Lha bojo karo anakmu piye?", tanyaku, dia terdiam.
"Sik-sik" kataku sambil membalikkan badan dan setengah berlari masuk ke dalam rumah. Aku menuju meja makan bundar putih di ruang makan, lalu kubuka penutup makanan diatas meja. Disitu hanya ada beberapa potong tempe goreng sisa kemaren dan sedikit sambel terasi. Kututup lagi dan langsung berlari menuju dapur di belakang rumah. Kulihat ibuku sedang memotong-motong sayuran sambil duduk di kursi kecil. Di atas kompor kulihat panci nasi berisi beras yang sedang dimasak. Kutanyakan pada ibu apakah nasi sudah matang. Ibu menjawab "durung". Aku sempet menceritakan sedikit tentang maksudku memberi makan Begog, dan ibuku menjawab " lha piye, durung do mateng ki le". "nggih empun", balasku setengah berlari menuju rumah lagi. Ku ambil tempe di atas piring, kubawa ke depan rumah. Tapi tak terlihat Begog di situ. Setelah meletakkan piring tempe diatas meja etalase, aku menuju trotar di depan kios mencoba menemukan sosok Begog di sepanjang jalan. Namun saat itu datang seorang pelanggan masuk ke dalam kios, aku hentikan pencarianku dan melayani pelangganku dulu. Beberapa pelanggan datang kemudian. Setelah selesai melayani semua, ku tengok jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh. Aku mencoba mencarinya kembali, menyeberang jalan dan melongok ke dalam warung soto lek Blowok, tak kutemukan Begog disana. Kembali ke toko aku duduk di depan mesin foto copy yang sudah tua. Terdengar perutku yang kosong mengeluarkan suara. Kuraih sepotong tempe diatas etalase, kugigit sedikit demi sedikit. Sambil termenung terlintas dalam pikiranku, masih beruntung aku bisa makan tempe goreng sisa kemaren saat aku belum begitu merasa lapar.
Bandung, Awal November 2009
Senin, 26 Oktober 2009
SBY pemimpin besar ?
Hasil kerja 5 tahun pemerintahannya tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Dengan susunan kabinet yang sekarang, yang terkesan memprioritaskan kepentingan asing (pemilihan menkes yang baru), maka hasil yang diharapkan 5 tahun ke depan tidak akan jauh berbeda. Sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa mencetak prestasi yang luar biasa karena program-programnya akan tumpang tindih dengan kepentingan asing.
SBY mampu menjalankan sebuah negara tapi belum mampu menciptakan landasan yang kuat bagi bangsa ini untuk melakukan lompatan ke depan. Selama ini SBY hanya melakukan hal hal yang biasa yang dilakukan pemimpin sebelumnya.
Sejarah akan membuktikan bahwa orang besar akan dikenang karena prestasinya yang luar biasa, semoga SBY mampu menyiapkan kader pemimpin yang bisa membuat bangsa ini mencetak prestasi yang luar biasa dan disegani bangsa asing.
Minggu, 25 Oktober 2009
PoLigAmi
Poligami dimana pria beristri lebih dari satu (poligini) dalam Islam merupakan praktik yang diperbolehkan (mubah, tidak larang namun tidak dianjurkan). Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sang suami harus dapat berbuat adil terhadap seluruh istrinya (Surat an-Nisa ayat 3 4:3).
| “ | “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.” | ” |
Beberapa ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad Abduh , Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan (ketiganya ulama terkemuka Al Azhar Mesir) lebih memilih memperketat penafsirannya. Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu (tahun 1899), memilih mengharamkan poligami. Syekh Muhammad Abduh mengatakan: Haram berpoligami bagi seseorang yang merasa khawatir akan berlaku tidak adil. Saat ini negara Islam yang mengharamkan poligami hanya Maroko. Namun sebagian besar negara-negara Islam di dunia hingga kini tetap membolehkan poligami, termasuk Undang-Undang Mesir dengan syarat sang pria harus menyertakan slip gajinya.
Praktik poligami oleh Nabi Muhammad
Nabi Muhammad, nabi utama agama Islam melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya, sebelumnya ia beristri hanya satu orang selama 28 tahun. Setelah istrinya saat itu meninggal (Khadijah) barulah ia menikah dengan beberapa wanita. Kebanyakan dari mereka yang diperistri Muhammad adalah janda mati, kecuali Aisyah (putri sahabatnya Abu Bakar).
Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukannya adalah upaya transformasi sosial. Mekanisme beristeri lebih dari satu wanita yang diterapkan Nabi adalah strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.
Sebaliknya, Nabi membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam beristeri lebih dari satu wanita.
Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.
Kontroversi Poligami oleh Ali bin Abi Thalib
Nabi Muhammad saw marah besar ketika mendengar putrinya, Fatimah , akan dimadu oleh Ali bin Abi Thalib. Ketika mendengar kabar itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru:
| “ | Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga. | ” |
Penentang poligami kerap menggunakan hadits diatas untuk menolak dibolehkannya poligami, namun sebenarnya, hadits tentang kejadian yang sama dalam versi yang lebih lengkap menceritakan bahwa marahnya Nabi Muhammad saw dikarenakan oleh calon yang hendak diperistri Ali adalah putri dari Abu Jahal, yakni salah satu musuh Islam saat itu.
| “ | Abu Yamân meriwayatkan kepada kami dari Syu'aib dari Zuhri dia berkata, Ali ibn Husain meriwayatkan kepadaku bahwa Miswar ibn Makhramah berkata, Sesungguhnya Ali meminang anak perempuan Abu Jahal. Kemudian Fatimah mendengar tentang hal itu lalu kemudian dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan berkata, "Kaummu mengira bahwa kamu tidak marah karena putri-putrimu. Dan ini Ali (ingin) menikahi anak perempuan Abu Jahal." Lalu Rasulullah s.a.w. berdiri, maka dia pun berdiri. Kemudian aku mendengarkan Beliau ketika mengucapkan tasyahhud (seperti pada khutbah) dan berkata, "Amma Ba'd, Aku telah menikahkan Abu Âsh ibn Rabî' kemudian dia berbicara kepadaku dan jujur kepadaku. Dan sesungguhnya Fatimah adalah darah dagingku dan aku tidak senang ada sesuatu yang menyakitinya. Demi Allah, tidak berkumpul anak perempuan Rasulullah s.a.w. dengan anak perempuan musuh Allah pada satu laki-laki." Kemudian Ali meninggalkan pinangannya. |
Sebagai orang awam, kalau kita coba melihat beberapa hal yang sering menjadi alasan baik yang menolak maupun yang setuju.
- Secara ekonomi dianggap tidak mampu
- Takut kurang mendapat perhatian lagi dari sang suami
- Malu sama lingkungan
- Melihat banyak contoh yang berpoligami tidak berhasil (tidak bisa adil)
- Alasan kesehatan misal istri sakit hingga tidak mampu melayani suami
- Belum punya keturunan dari istri sebelumnya
- Tidak mendapatkan kebahagiaan dengan istri yang pertama
- Takut terjerumus ke perbuatan zina
Dalam filosofi Jawa, orang- orang tua kita mengatakan bahwa jodo, pati, rejeki sudah ditentukan sejak kita masih dalam kandungan. Tentu saja faktor bakat itu tadi akan sangat dipengaruhi oleh faktor keberuntungan yaitu kesempatan sosial yang diperolehnya dan pengaruh lingkungan, terutama keluarga. Kembali disini bahwa kita harus percaya pada campur tangan Tuhan di dalam kehidupan kita.

