Aku bukan ingin menceritakan sosok ini secara khusus, tapi ini adalah sebuah peristiwa yang kami alami lebih dari 25 th yang lalu dan masih teringat sampai sekarang. Ceritanya begini ....
Ketika SD, kami pindah gedung sekolah dari SD 4 Karanganyar ke daerah Kadipiro, kira kira 3 km sebelah timur pusat kota. Sejak itu kami ke sekolah selalu naik sepeda goees. Suatu hari sepeda kecilku ban nya kempes & aku belum sempat membawanya ke tukang tambal ban.Jadilah hari itu aku nebeng ke temenku Suyono Bodong yang menggunakan sepeda Kebo laki-laki. Kami sering pulang lewat jalur selatan dengan menyeberang dam Tegalgedhe. Begitu juga siang itu, Setelah melewati pertigaan jembatan Gantung belakang SMPN 2, kami terbiasa mengayuh sepeda lebih cepat dan kemudian melepaskan pegangan tangan kami dari stang. Aku yang waktu itu membonceng di belakang menyemangati Suyono dengan teriakan panjang cihuyyyyyy.... sambil mengikuti gerakan kedua tangannya yang menengadah lurus ke atas.
Tapi keceriaan Suyono siang itu rupanya berlebihan. Sebab ketika di depan sebelah kirinya ada 2 ekor sapi yang sedang berjalan pelan, dia iseng menepuk bagian pangkal ekor salah satu sapi tersebut. Celakanya sapi tersebut tiba-tiba mengangkat ekornya ke atas dan mengeluarkan kotoran dari lubangnya. Tak dapat di rem lagi tangan itu dan .........pRooooT. Telapak tangan kiri Suyono penuh dengan kotoran sapi tersebut. Meledaklah ketawa kami, (aku dan penggembala sapi) hwa ha ha ha ha.......,
Aku terpaksa turun dari boncengan karena takut Suyono iseng mengoleskannya ke aku. Di dekat rumah kakak kelas kami, selatan jembatan Siwaluh, Suyono turun mencuci tangannya di kali kecil di kiri jalan. Aku menunggunya diatas sambil tak habis-habisnya ketawa. Sambil terus mengumpat menahan malu dia naik dari kali menuju ke sepedanya dan meninggalkan aku begitu saja.
Huuuft kenangan lucu yang masih ku ingat sampai sekarang....
Ketika SD, kami pindah gedung sekolah dari SD 4 Karanganyar ke daerah Kadipiro, kira kira 3 km sebelah timur pusat kota. Sejak itu kami ke sekolah selalu naik sepeda goees. Suatu hari sepeda kecilku ban nya kempes & aku belum sempat membawanya ke tukang tambal ban.Jadilah hari itu aku nebeng ke temenku Suyono Bodong yang menggunakan sepeda Kebo laki-laki. Kami sering pulang lewat jalur selatan dengan menyeberang dam Tegalgedhe. Begitu juga siang itu, Setelah melewati pertigaan jembatan Gantung belakang SMPN 2, kami terbiasa mengayuh sepeda lebih cepat dan kemudian melepaskan pegangan tangan kami dari stang. Aku yang waktu itu membonceng di belakang menyemangati Suyono dengan teriakan panjang cihuyyyyyy.... sambil mengikuti gerakan kedua tangannya yang menengadah lurus ke atas.
Tapi keceriaan Suyono siang itu rupanya berlebihan. Sebab ketika di depan sebelah kirinya ada 2 ekor sapi yang sedang berjalan pelan, dia iseng menepuk bagian pangkal ekor salah satu sapi tersebut. Celakanya sapi tersebut tiba-tiba mengangkat ekornya ke atas dan mengeluarkan kotoran dari lubangnya. Tak dapat di rem lagi tangan itu dan .........pRooooT. Telapak tangan kiri Suyono penuh dengan kotoran sapi tersebut. Meledaklah ketawa kami, (aku dan penggembala sapi) hwa ha ha ha ha.......,
Aku terpaksa turun dari boncengan karena takut Suyono iseng mengoleskannya ke aku. Di dekat rumah kakak kelas kami, selatan jembatan Siwaluh, Suyono turun mencuci tangannya di kali kecil di kiri jalan. Aku menunggunya diatas sambil tak habis-habisnya ketawa. Sambil terus mengumpat menahan malu dia naik dari kali menuju ke sepedanya dan meninggalkan aku begitu saja.
Huuuft kenangan lucu yang masih ku ingat sampai sekarang....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar