Minggu, 15 November 2009

TeRasA SaAt Dia PerGi

Ngantuk banget hari ini, semaleman ga bisa tidur karena khawatir anakku yang bungsu (2,5th) akan rewel saat ditinggal mamanya selama seminggu. Kebetulan akhir-akhir ini dia sering rewel karena lagi di sapih.
Ba'da shalat subuh saat mata belum mau terpejam juga, mataku menyisir kamarku yg hanya 3 kali 3 meter itu. Di depan pandanganku ada gantungan baju berupa dua tiang dan palang dari alumunium, di sebelahnya container plastik tempat baju Laras. Ada yang berbeda saat aku memandangi bagian situ. Di gantungan hanya ada handuk kecilku, sedang di atas kontainer kelihatan kosong, semua begitu rapi. Sejenak terasa sepi,ada yang kurang di dalam hati. Tidak terlihat botol-botol pembersih muka, handnbody lotion dan alat-alat kecantikan istriku yang berantakan, atau tumpukan handuk dan baju yang semrawut yang selama ini sering membuatku mengomel sama istriku dengan sedikit emosi.
Namun saat ini aku merasa lebih nyaman dengan keadaan seperti biasanya.Terasa ada kehangatan dengan sedikit keberantakan, karena terasa ada jejak-jejak sentuhan istriku di dalamnya. Baru terpikir olehku sekarang, aku telah termakan oleh rasa sebelku selama ini saat istriku ngga ada. ha ha ha...
Mulai sekarang boleh sebel tapi tanpa emosi...karena seperti Pasha Ungu bilang dalam lagu Dilema Cinta ;
reff : Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku jauh darimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar