Minggu, 15 November 2009

Tapi itu Bukan Kamu

Bursa capres makin memanas, satu sudah hampir memastikan diri sementara yang lain masih mengukur dan menggalang kekuatan untuk memastikan diri agar tidak mudah terpecundangi.
Tapi dari sederet capres yang kemungkinan muncul saat ini kesemuanya tidak mampu membangkitkan semangatku untuk memilih. Sama, mereka semua sama saja dalam pandanganku. Dalam ingatanku semua presiden yang telah memimpin negeri ini belum ada yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme bangsa ini.Semakin kesini bangsa ini makin dilecehkan oleh bangsa lain bahkan tetangga sendiri.
Manusia-manusia didalamnya semakin egois, mereka sering pelesir, belanja, atau berobat ke luar negri hanya untuk gengsi tidak peduli bahwa saudara sebangsanya telah dianiaya dan dilecehkan di negeri itu. Bahkan kekayaan kita telah dicuri dan disimpan di negara mereka, bukan cuma uang tapi juga budaya yang diaku sebagai budaya mereka, pulau kitapun diambil dan kita tak bisa berbuat apa-apa.
Ini tentu tak lepas dari sikap dan tauladan para pemimpin kita yang haus kekuasaan,memperkaya diri & sekutunya, yang hanya memberikan kesenangan sesaat pada rakyat, memberikan janji-janji & harapan kosong, tak bisa menjadi pemimpin yang mampu melindungi bangsa ini.
Kita rindu pemimpin yang baik, kita rindu pemimpin yang cerdas, kita rindu pemimpin yang bisa melindungi dan mensejahterakan bangsa ini, tidak menghamburkan uang demi melanggengkan kekuasaan, kita rindu pemimpin yang berani,yang bisa membuat bangsa ini disegani.
Adakah orang itu saat ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar