Rabu, 13 Januari 2010

pAhiT raSanyA... tApi maNis uTk diKenaNg

Sore itu aku ngobrol bareng adikku, yang tinggal di Bandung untuk sementara karena sedang menyelesaikan kuliah S2nya. Awalnya kami berbincang masalah kesulitannya saat memulai pembuatan thesisnya, dari mulai pemilihan tema,metoda penelitian, sampai teknis pengambilan sampelnya nanti. maklum dana yang tersedia untuk penelitian sangat terbatas. Dari situ obrolan berpindah ke masa kuliah kami dulu, bagaimana saat-saat berat sama-sama kami lalui.

Saat itu empat orang termasuk aku sedang menjalani kuliah. Teringat ketika aku harus nyambi ngajar les privat agar bisa tetap kuliah di Bandung, sering harus makan sehari sekali agar cukup sampai saat mendapatkan uang kembali, atau sehari cuma makan sebungkus roti isi kelapa kopyor karena uang terakhir tidak cukup untuk beli nasi dan lauk, dan berharap esok pagi mendapatkan uang yang ditunggu.

Adikku juga mengalami hal yang serupa di Surabaya, pernah suatu saat uang yang terakhir hanya cukup untuk makan hari itu, tapi dia memutuskan tidak makan dan memilih untuk membayar ongkos bis pulang ke Karanganyar, dan mencoba merenungkan kembali apakah kuliahnya akan sanggup ia teruskan. Bahkan ia sempat cuti kuliah satu semester.
Buat kakakku yang kuliah di Jokja sepertinya juga ga jauh berbeda, dia harus sering pulang balik ke Karanganyar untuk membantu mbak Yayuk yang saat itu menjadi tulang punggung kami. Sering harus berhutang sekedar 25 ribu atau 30 ribu ke tetangga agar kami bisa berangkat ke perantauan kembali untuk meraih cita.

Tapi sekarang setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu, setelah kami masing-masing memiliki anak, menjadi kenangan manis tersendiri yang bisa kami ceritakan kepada anak-anak kami. Dan menjadi motivasi bagi kami untuk selalu berusaha mendukung mereka dalam meraih cita-cita.

Ya Allah, berikanlah selalu kekuatan untuk mampu melalui segala kepahitan hidup ini, dan tetap di jalanmu, agar dapat ku nikmati kenangan manis di akhirat nanti, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar